Bermimpi Setinggi - Tingginya. Salahkah ?


Bermimpi adalah hal yang menyenangkan. Bermimpi adalah hal yang memuaskan. Bermimpi juga hal yang membuat manusia itu bergairah. Dengan mimpi, hidup anda akan lebih berwarna, lebih berasa, dan lebih varian. Semakin tinggi mimpi - mimpi kita, itu membuat kita semakin bergairah. Lalu kalau jatuh gimana ?
Jawabannya sudah pasti. Tentu saja sakit.

Seseorang akan menjadi lebih berambisi untuk mewujudkan mimpi - mimpinya. Dengan mimpinya, manusia akan terbentuk menjadi pribadi yang lebih kerja keras lagi. Lalu bagaimana dengan manusia yang bermalas - malasan ? Tentu saja mimpinya hanya akan menjadi angin lalu saja.

Mimpi sudah menjadi hal yang melekat bagi tiap - tiap insan yang ada di dunia ini. Dan sebagian orang menjadikan mimpi ini sebagai kebutuhannya. Loh ? Kok jadi kebutuhan ? Mimpi itu bagaikan 'moodbooster'nya dia untuk melakukan sesuatu. Tidak cukup niat saja, semangat dan ambisi juga sangat diperlukannya. Karena itulah membutuhkan mimpi sebagai alat pemacu mood, semangat, dan ambisinya.

Mimpi itu gratis. So, buat apa kita bertindak hemat hanya untuk bermimpi ? Bukankah mimpi - mimpi itu nantinya yang akan membuatmu lebih terarah ke satu titik fokus ? Bukankah mimpi - mimpi mu yang akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih bekerja keras lagi ? Bukankah mimpi - mimpi mu yang akan membawamu jalan kedepan ? Mengapa masih malu untuk bermimpi ? Bermimpi besar tidak ada salahnya. Takut diejekin karena mimpinya terlalu tinggi ? Seperti "Suatu saat nanti aku akan sampai di puncak mount everest." atau "Nanti aku bakalan jadi Presiden di negeri yang ku cintai ini." Terlalu tinggi ? Yaudah kita rendahin sedikit. "Suatu saat nanti aku bakalan selesaikan satu buah lagu ciptaan sendiri." Masih malu juga ? Buat apa kita malu coba ? Ingat pepatah ini ?
"Anjing menggonggong, kafilah berlalu."
Yap, artinya membiarkan oranglain berbicara, menggunjing, mencemooh, menghina dan sebagainya, tapi janganlah kita hiraukan. Biarkan saja. Apakah cemoohan orang - orang diluar sana sangat mempengaruhi dirimu ? Apakah hinaan orang sana akan menjatuhkanmu ? Jawabannya tentu saja IYA, jika kita menghiraukan perkataan mereka. Jadi, abaikan saja. Jangan takut bermimpi terlalu tinggi, nanti kan kalau kecapai yang enak kan kamu juga kok.
"Lebih baik bermimpi tinggi daripada bermimpi rendah. Seandainya gagal, kita akan jatuh di tumpukan bintang - bintang. Namun apabila mimpi kita rendah, kita hanya akan bisa bertengger diatas pohon ."
 Contohnya gini nih. Anggap saja namanya udin. Jadi si udin ini punya mimpi untuk dapatin nilai Ujian matematika 100. Padahal dia kurang mampu dipelajaran itu. Jadi dia berusaha untuk mencapai mimpinya tadi dengan belajar dan latihan mengerjakan soal - soal. Dan pada ujian dia gagal mencapai mimpinya. Meskipun gagal dia mendapat nilai yang cukup tinggi yakni 90. Beda ceritanya dengan si anton. Anton pasang target ujian matematikanya 80. Karena targetnya tidak lebih tinggi dari kemampuan dia miliki sekarang, jadi dia anggap enteng saja. Alhasil, dia gagal dengan nilai yang kurang memuaskan.

Jadi, masihkah teman - teman sekalian masih takut untuk bermimpi tinggi ? Jawabannya ada di benak teman - teman semua. Bermimpi setinggi - tingginya. Salahkah ? TIDAK. Jika di iringi dengan usaha dan do'a insyaallah itu semua akan jadi berkah untuk kita.


Writer : Kevin Ardivan

1 comments

My Instagram